Kid’s First Aid
Mimisan
1.Tenangkan anak dan dudukan dengan posisi badan dan kepala agak maju ke depan mencegah iritasi dan batuk, tersedak, atau muntah darah). Anak jangan dibaringkan karena posisi jantung berada sejajar dengan hidung, sehingga darah yang mengalir pun relatif lebih cepat
2. gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menekan dan menutup hidung. Mulut dibuka untuk bernapas. Lakukan selama 1-2 menit..
3. Jika cara pertama belum berhasil, cobalah kompres hidung dengan es. Bungkuslah es dengan saputangan lalu tempelkan di antara kening dan hidung. Es mampu mengecilkan pembuluh darah sehingga perdarahan pun cepat berhenti. Kompres bisa dilakukan saat perdarahan sedang berlangsung maupun berhenti.
Demam
1.Tenangkan anak dan dudukan dengan posisi badan dan kepala agak maju ke depan mencegah iritasi dan batuk, tersedak, atau muntah darah). Anak jangan dibaringkan karena posisi jantung berada sejajar dengan hidung, sehingga darah yang mengalir pun relatif lebih cepat
2. gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menekan dan menutup hidung. Mulut dibuka untuk bernapas. Lakukan selama 1-2 menit..
3. Jika cara pertama belum berhasil, cobalah kompres hidung dengan es. Bungkuslah es dengan saputangan lalu tempelkan di antara kening dan hidung. Es mampu mengecilkan pembuluh darah sehingga perdarahan pun cepat berhenti. Kompres bisa dilakukan saat perdarahan sedang berlangsung maupun berhenti.
Demam
Suhu normal tubuh adalah 98.6 F (37 C) dan 100.4 F (38 C) pada rektal (dubur). Pada bayi dan anak-anak kenaikan suhu tubuh menandakan infeksi serius.Jika demam berada di bawah 102 F (38.9 C) tidak perlu dilakukan pengobatan kecuali disarankan dokter. Jika demam di atas 102 F (38.9 C) dokter biasanya menyarankan menggunakan parasetamol atau ibuprofen. Pada orang dewasa dapat digunakan aspirin tetapi tidak boleh digunakan pada bayi karena dapat menyebabkan Reye's syndrome. Bayi di bawah 6 bulan tidak boleh menggunakan ibuprofen
Keracunan Makanan
1 Untuk mengurangi kekuatan racun, berikan air putih sebanyak-banyaknya atau diberi susu yang telah dicampur dengan telur mentah.
2 Agar perut terbebas dari racun, berikan norit dengan dosis 3-4 tablet selama 3 kali berturut-turut dalam setiap jamnya.
3. Air santan kental dan air kelapa hijau yang di campur 1 sendok makan garam dapat menjadi alternatif jika norit tidak tersedia.
4. Jika penderita dalam kondisi sadar, usahakan agar muntah. Lakukan dengan cara memasukan jari pada kerongkongan leher dan posisi badan lebih tinggi dari kepala untuk memudahkan kontraksi.
5.Apabila penderita dalam keadaan pingsan, bawa segera ke rumah sakit atau dokter terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Dehidrasi
Dehidrasi ringan dapat ditangani di rumah. Bila anak mengalami diare tetapi muntah berikan makanan normal dan banyak minum air. Bila anak diare dan muntah, jagan berikan susu, tetapi :
1. Bayi :1 sendok makan elektrolit oral setiap 15-20 menit
2. Anak :1-2 sendok makan elektrolit oral/ jus/soda lemon setiap 15-20 menit
3. Pantau pemasukan cairan ke dalam tubuh agar tidak menjadi dehidrasi berat
Alergi
1. Hubungi dokter jika reaksi anak parah / memerlukan bantuan khusus
2. Jika reaksi tidak parah berikan antihistamin secara oral (melalui mulut), seperti difenhidramin
3. Jika reaksi anak parah dan tersedia injeksi epinefrin, segera suntikkan epinefrin dan hubungi UGD
Terbakar
1. Lepaskan baju dari daerah yang terbakar kecuali baju menempel pada kulit
2. Alirkan air (bukan air dingin) sampai rasa sakit berkurang
3. Jangan mengleskan salep, mentega, odol atau lainnya pada luka karena akan memperparah luka
4. Balut luka dengan perban
Sumber : http://www.mayoclinic.com/, http://www.kidshealth.org/ Tiwi
2 komentar:
Mimisan sebenernya gara2 apa se Wi?
gara2 rongga hidung bagian depan mengalami gangguan. biasa si karena hidung kering jadi mukosa pelindung ga ada. Bisa juga karena infeksi
Posting Komentar